Senin, 15 November 2010

KEKUATAN-KEKUATAN EKONOMI DAN SOSIOEKONOMI

2.1  Analisis Ekonomi Internasional
Ketika perusahaan memasuki pasar luar negeri, maka analisis ekonomi menjadi lebih rumit lagi karena sekarang manajer harus beroperasi dalam dua lingkungan baru : luar negeri dan internasional. Dalam lingkungan luar negeri, tidak hanya terdapat banyak ahli ekonomi, tetapi ekonomi tersebut sangat berbeda-beda. Karena perbedaan-perbedaan ini, kebijakan yang dirancang untuk kondisi ekonomi disuatu pasar mungkin tidak sesuai untuk kondisi ekonomi dipasar yang lain.
Disamping memantau lingikungan luar negeri, analis juga harus mengikuti tindakan-tindakan yang diambil oleh komponen-komponen dari lingkungan internasional, seperti pengelompokan regional (uni Eropa), NAFTA, organisasi PBB IMF, dll. Perusahaan AS sangat memperhatikan kemajuan Uni Eropa dalam mencapai tujuan-tujuannya dan terhadap dampak yang ditimbulkannya terhadap hubungan perdagangan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Mereka juga mengikuti dengan cermat, kemajuan PBB dalam mengembangkan standart-standart polusi dunia, standart-standart kesehatan, dan seterusnya. Apa pun dari tindakan ini dapat mempengaruhi perusahaan secara serius.
Analisis ekonomi internasional hendaknya juga memberikan data ekonomi mengenai pasar aktual maupun prospektif. Juga, sebagai bagian dari penilaian atas kekuatan-kekuatan kompetitif, banyak perusahaan memantau kondisi ekonomi dari negara-negara dimana para pesaing utamanya berlokasi, karena perubahan kondisi bisa memperrkuat atau memperlemah kemampuan para pesaing untuk bersaing dipasar dunia.
Karena pentingnya informasi bagi fungsi pengendalian dan perencanaan dikantor pusat, maka pengumpulan data dan pembuatan laporan harus menjadi tanggung jawab kantor induk (home office). Namun karyawan yang ditempatkan diluar negeri (perwakilan cabang dan lapangan) diharapkan untuk memberikan sumbangan yang besar terhadap studi kasus atas pasar mereka.

2.2  Dimensi-Dimensi Perekonomian dan Relevansinya Bagi Para Pelaku Bisnis
Untuk mengestimasikan potensi pasar dan juga untuk memberikan masukan kepada bidang-bidang fungsional lainnya dari perusahaan, maka para manajer memerlukan data mengenai ukuran dan tingkat perubahan dari sejumlah faktor-faktor ekonomi dan sosio ekonomi. Supaya suatu area dapat menjadi pasar yang potensialo, maka area tersebut harus mempunyai cukup orang yang mampu membeliu produk-produk dari suatu perusahaan. Data sosio ekonomi memberikan informasi mengenai jumlah penduduk, sedangkan dimensi ekonomi menceritakan apakah penduduk tersebut memiliki daya beli.

2.2.1        Dimensi-dimensi ekonomi
Diantara dimensi ekonomi yang paling penting adalah Pendapatan Nasional Bruto, distribusi pendapatan, pengeluaran konsimsi individu, kepemilikan pribadi atas barang, investasi swasta, biaya tenaga kerja per unit, kurs, tingkat inflasi dan suku bunga.
1.      Pendapatan Nasional Bruto
Pendapatan Nasional Bruto (gross national income, GNI) merupakan penjumlahan dari seluruh barang dan jasa final yang dihasilkan, dan produk domestik bruto (PNB dikurangi dengan pendapatan faktor luar negeri bersih) merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur besarnya ukuran dari suatu perekonomian.
Produk domestik bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GNP) adalah nilai total seluruh barang dan jasa yang diproduksi secar domestik, tidak termasuk (tidak seperti PNB) pendapatan faktor bersih dari luar negeri.
2.      GNI/Kapita dan PDB/Kapita
Pada umumnya dapat diasumsikan bahwa semakin tinggi nilai, maka semakin maju perekonomiannya. Akan tetapi, pada umumnya, tingkat pertumbuhan adalah lebih penting bagi para agen pemasaran karena tingkat pertumbuhan yang tinggi menunjukkan pasar yang berkembang dengan cepat, yang mana selalu mereka cari. Sering kali, apabila diberikan pilihan antara melakukan investasi dinegara dengan PNB/kapita yang lebih tinggi tetapi tingkat pertumbuhan yang rendah dan melakukan investasi disuatu negara dengan kondisi sebaliknya, maka manajemen akan memilih yang terakhir.
Meskipun perbedaan-perbedaan dalam PNB/kapita mengatakan sesuatu tentang kesejahteraan relative dari penduduk sebuah negara, informasi tersebut agak menyesatkan karena sedikit diantaranya memiliki bagian yang sama, yang diindikasikan oleh nilai tengah aritmatika. Estimasi kasar pertama atas daya beli harus dimurnikan dengan memasukkan data mengenai bagaimana pendapatan nasional itu didistribusikan secara aktual.
3.      Distribusi pendapatan
Distribusi pendapatan adalah ukuran bagaimana pendapatan suatu bangsa terbagi diantara rakyatnya, biasanya dilaporkan sebagai persentase pendapatan yang diterima oleh kuintil penduduk. Data memberikan wawasan yang berguna bagi para pelaku bisnis :
1.      Data tersebut mengkonfirmasikan keyakinan bahwa, pada umumnya, pendapatan lebih terdistribusi secara merata dinegara-negara yang lebih kaya, meskipun terdapat variasi-variasi penting baik antar negara-negara maju maupun berkembang.
2.      Dari perbandingan selama suatu waktu (tidak ditunjukkan), tampak bahwa retribusi pendapatan berjalan dengan sangat lambat, sehingga data yang lebih lama masih bermanfaat.
3.      Perbandingan yang sama juga mengindikasikan bahwa kesenjangan pendapatan meningkat pada tahap awal pembangunan, dengan kebalikan dari tendensi ini dalam tahap-tahap kemudian. Hal ini adalah benar baik untuk negara maju maupun berkembang.
Perhitungan sederhana ini didasarkan pada PNB, total populasi, dan distribusi pendapatan mungkin tercukupi untuk menunjukkan bahwa suatu negara tertentu bukanlah pasar yang baik. Tetapi, apabila hasilnya tampak menjanjikan, maka analis akan melanjutkan untuk menghimpun data mengenai konsumsi perorangan.

4.      Konsumsi perorangan
Salah satu bidang perhatian dari para agen pemasaran adalah cara-cara para konsumen mengalokasikan pendapatan bersih mereka (pendapatan pribadi setelah dikurangi pajak) antara pembelian atas barang yang kebutuhan pokok dan nonpokok (esensial dan nonesensial).  Para produsen dari alat rumah tangga tahan lama misalnya, akan ingin mengetahui jumlah yang dibelanjalkan dalam kategori ini, sementara para produsen barang-barang yang merupakan kebutuhan nonpokok akan berminat terhadap besarnya pendapatan diskresioner (pendapatan bersih dikurangi dengan pembelian kebutuhan pokok), karena uang ini merupakan uang yang tersedia untuk dibelanjakan pada produk-produk mereka.
Indikator-indikator yang menambah pengetahuan mengenai konsumsi  perorangan adalah indikator-indikator yang berhubungan dengan 1. Kepemilikan barang. 2. Konsumsi bahan-bahan kunci
5.      Biaya tenaga kerja per unit
Satu faktor yang memberikan kontribusi terhadap kesempatan atas investasi yang menguntungkan adalah kemampuan untuk memperoleh biaya tenaga kerja per unit (total biaya tenaga kerja langsung dibagi unit yang diproduksi)  yang lebih rendah dibandingkan dengan apa yang sekarang tersedia bagi perusahaan. Kecenderungan luar negeri dalam biaya-biaya ini dipantau secara ketat karena tiap negara mengalami tingkat kenaikan yang berbeda.
Negara-negara dengan biaya tenaga kerja per unit yang meningkat secara lambat menarik perhatian menajemen karena dua alasan. Pertama, negara-negara tersebut merupakan prospek investasi bagi perusahaan-perusahaan yang berusaha untuk menurunkan biaya produksi. Kedua, negara-negara tersebut mungkin menjadi sumber persaingan baru dipasar dunia apabila perusahaan-perusahaan lain dalam industri yang sama telah berlokasi disana.
Perubahan-perubahan dalam tingkat upah juga mungkin menyebabkan perusahaan multinasional yang memperoleh produk atau komponen dari sejumlah cabangnya merubah sumber pasokannya.
Alasan bagi perusahaan-perusahaan relatife dalam biaya tenaga kerja. Tiga faktor yang bertanggung jawab adalah : kompensasi, produktifitas dan perubahan kurs.kompensasi per jam cenderung bervariasi lebih luas dibandingkan dengan upah karena perbedaan-perbedaan yang dapat dinilai dalam ukuran tunjangan. Biaya tenaga kerja per unit tidak akan meningkat secara bersamaan dengan tariff kompensasi apabila keuntungan dalam produktivitas melampaui peningkatan dalam kompensasi per jam. Nyatanya, apabila produktivitas meningkat cukup pesat, maka biaya tenaga kerja per unit akan menurun, meskipun perusahaan itu diminta untuk membayar lebih  banyak kepada para pekerjanya.
6.      Dimensi ekonomi lainnya
Utang internasional yang besar dari sejumlah negara berpendapatan sedang dan rendah menimbilkan banyak permasalahan, tidak hanya bagi pemerintah negara-negara tersebut, tetapi juga bagi perusahaan-perusahaan multi nasional.
Jika sebagian besar devisa yang diperoleh suatu negara tidak dapat digunakan untuk mengimpor komponen-komponen yang digunakan dalam produk-produk lokal, maka industri-industri lokal harus membuatnya sendiri atau perusahaan-perusahaan yang mengimpornya harus menghentikan produksi. Kedua alternative dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan yang mengimpornya harus menghentikan produksi. Kedua alternative dapat menyebabkan perusahaan itu menjual suku cadang yang dibuat disalah satu pabrik dinegara asalanya kepada cabangnya. Ini  merupakan kejadian yang biasa, karena pabrik dinegara asal biasanya lebih terintegrasi secara vertikal dibandingkan dengan cabang-cabangnya. Kelangkaan valuta asing juga dapat mempersulit cabang untuk mengimpor bahan baku dan suku cadang untuk peralatan produksinya
Pemerintah mungkin menerapkan pengendalian harga (yang mempersulit suatu cabang untuk memperoleh keuntungan), memotong pengeluaran pemerintah (yang mengurangi penjualan perusahaan), dan menerapkan pengendalian upah (yang membatasi daya beli konsumen). Kekacauan ekonomoi yang mengikutinya dapat berubah menjadi krisis politik, seperti yang terjadi di Venezuela dan Peru ketika terjadi kerusuhan setelah presiden mereka mencoba untuk menerapkan tindakan-tindakan penghematan yang ketat.
Suatu aspek pengurangan utang yang telah menarik perhatian dari sebagian perusahan multinasional adalah pertukaran utang dengan ekuitas (debt-for-equity swap). Kelangkaan valuta asing bahkan dapat mempengaruhi perusahaan-perusahaan yang hanya mengekspor ke negara-negara dengan tingkat utang luar negeri yang tinggi, karena pemerintah dari negara tersebut tentu saja akan menerapkan pembatasan impor.

2.2.2  Dimensi Sosioekonomi
Definisi yang lengkap mengenai potensi pasar juga harus mencukupi informasi rinci mengenai atribut-atribut fisik populasi sebagaimana diukur dengan dimensi sosioekonomi. Bagian ini akan dimulai dengan suatu analisis atas total populasi.
1.      Populasi total
Populasi total, indikator paling umum mengenai ukuran pasar potensial, adalah karakteristik populasi yang pertama yang akan diperiksa oleh para analis.  Fakta bahwa negara maju memiliki penduduk kurang dari 10 juta memperjelas bahwa ukuran populasi saja adalah indikator yang buruk dari kekuatan ekonomi dan potensi pasar. Jelas, lebih banyak informasi yang diperlukan. Hanya untuk beberapa produk murah dan dikonsumsi secara masal saja, seperti minuman ringan, rokok, dan sabun, ukuran populasi saja memberikan dasar yang cukup untuk mengestimasikan konsumsi.
Untuk prosuk-produk yang tidak termasuk dalam kategori ini, populasi yang besar dan populasu yang meningkat pesat mungkin tidak menandakan suatu perluasan pasar yang segera, tetapi, jika pendapatan bertumbuh terus, maka pada akhirnya, paling tidak sebagian dari penduduk itu akan jadi pelanggan.
Ketika PNB meningkat lebih cepat daripada populasi, ada kemungkinan terdapat pasar yang meningkat; sementara situasi sebaliknya tidak hanya menunjukkan kemungkinan akan adanya penyusutan pasar, tetapi bahkan mungkin menunjukkan kemungkinan akan adanya penyusutan pasar, tetapi bahkan mungkin menunjukkan suatu negara sebagai kawasan potensial terhadap keresahan politik. Kemungkinan ini diperkuat apabila suatu analisis terhadap system pendidikan mengungkapkan adanya peningkatan dalam lulusan teknik dan universitas. Kelompok-kelpmpok tersebut berharap memperoleh pekerjaan dan menerima gaji sebagai professional. Ketika tidak diciptakan pekerjaan baru yang mencukupi untuk menyerap mereka, maka pemerintah dapat berada dalam kesulitan yang serius. Berbagai negara berkembang telah menghadapi kesulitan semacam ini : Mesir, dan India adalah sua contoh yang menonjol.
2.      Distribusi umur
Karena hanya sedikit prosuk yang dibeli oleh setiap orang, maka para agen pemasaran harus mengidentifikasikan segmen-segmen dari populasi yang lebih mungkin akan membeli barang-barang mereka. Untuk beberapa perusahaan, umur merupakan penentu yang penting dari ukuran pasar. Tetapi sayangnya, distribusi kelompok umur dalam populasi sangat berbeda. Pada umumnya karena tingkat kelahiran dan kesuburan yang lebih tinggi, negara-negara yang berkembang memiliki penduduk berusia muda dibandingkan dengan negara-negara industri.
Di negara-negara maju, akan ada penurunan dalam permintaan terhadap produk-produk yang digunakan di sekolah-sekolah dan prosuk-prosuk yang dibeli oleh dan untuk anak-anak, pasar yang lebih kecil untuk furniture dan pakaian, tetapi peningkatan dalam permintaan akan produk-produk perawatan medis dan produk-prosuk lain yang terkait, pariwisata dan jasa keuangan. Perusahaan-perusahaan yang menghadapi penurunan permintaan akan produk-produk mereka harus mencari kenaikan penjualan diperekonomian-perekonomian berkembang, dimana distribusi umur adalah sebaliknya. Tingkat pertumbuhan yang tinggi di negara-negar berkembang akan menyediakan pasar untuk system transportasi, biji-bijian untuk makanan yang memberikan hasil yang lebih tinggi, pupuk, alat-alat pertanian, alat-alat rumah tangga,dsb.
Banyak kekuatan yang bertanggung jawab atas penurunan dalam tingkat kelahiran. Pemerintah tentu saja mendukung berbagai program keluarga berencana, tetapi banyak bukti yang menunjukkan bahwa tingkat kesahatan dan pendidikan yang baik, bersama-sama dengan peningkatan status wanita, distribusi pendapatan yang lebih merata, dan tingkat urbanisasi yang lebih besar, semuanya juga berperan dalam mengurangi besarnya ukuran keluarga tradisional.
3.      Keprihatinan di negara-negara maju
      Pada tahun 2025, Jepang, dengan penduduk lanjut usia yang tumbuh paling cepat didunia industri, akan memiliki penduduk berusia lanjut dengan jumlah dua kali lipat dari jumlah anak-anak. Cadangan dana jaminan sosial pemerintah akan mengering karena biaya pensiun dan kesehatan untuk orang berusia lanjut, yang diprediksikan akan menghabiskan 73 persen dari pendapatan nasional. Menurut kementrian kesehatan dan kesejahteraan, satu-satunya solusi adalah mengenakan pajak yang lebih tinggi dan mengurangi tunjangan-tunjangan. Suatu analisis yang dilakukan oleh dewan penasihat perdana mentri menyimpulkan bahwa apabila system yang ada sekarang tidak diubah, perekonomian akan runtuh.
      Pensiun muda dan fakta bahwa para pensiunan hidup lebih lama juga membebani system jaminan sosial dibanyak negara lain. Dinegara-negara industri, tidak hanya biaya dari system jaminan sosial meningkat karena pertumbuhan julah pensiunan, hal sebaliknyalah yang terjadi. tingkat kelahiran yang lebih tinggi mengakibatkan banyaknya penduduk berusia muda dan ini mengurangi rasio ketergantungan para pekerja yang mendukung system itu.
4.      Kepadatan distribusi penduduk
      Aspek-aspek kependudukan lain yang menjadi perhatian manajemen adalah kepadatan pendudukan dan distribusi penduduk. Kepadatan penduduk adalah suatu ukuran jumlah penduduk per unit wilayah (penduduk per kilometer persegi atau mil persegi). Distribusi penduduk adalah suatu ukuran mengenai bagaimana penduduk terdistribusi dari daerah pedesaan sampai ke kota-kota.
      Negara berpenduduk padat cenderung membuat distribusi dan komunikasi produk menjadi lebih sederhana dan lebih murah dibandingkan dengan dinegara-negara yang kepadatan penduduknya rendah.
      Sebuah fenomena yang mengubah ditribusi penduduk adalah perpindahan dari desa ke kota, yang terjadi dimana-mana, terutama dinegara-negara berkembang, karena orang pindah ke kota-kota untuk mencari upah yang lebih tinggi dan hidup yang lebih nyaman.
      Perpindahan ini sangat penting bagi para agen penting bagi para pemasar, karena penduduk kota yang kurang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal dikawasan pedesaan, harus memasuki perekonomian pasar
5.      Dimensi sosioekonomi lainnya
      Dimensi-dimensi sosioekonomi lainnya dapat memberikan informasi yang berguna kepada manajemen. Kenaikan jumlah wanita yang bekerja misalnya, adalah sangat signifikan bagi para agen pemasaran, karena hal tersebut dapat menghasilkan pendapatan keluarga yang lebih besar, pasar yang lebih besar untuk convenience goods (barang mudah dicari), dan kebutuhan untuk mengubah bauran promosi. Para manajer personalia tertarik dengan kenaikan ini, karena hal tersebut mengakibatkan pasokan tenaga kerja yang lebih besar. Hal ini juga menandakan bahwa perubahan-perubahan mungkin diperlukan dapal proses produksi, fasilitas karyawan, dan kebijakan manajemen personalia.
      Data mengenai perceraian disuatu negara, apabila tersedia, akan membuat para agen pemasaran menjadi waspada terhadap formasi keluarga dengan orang tua tunggal dan rumah tangga yang terdiri dari satu orang, dimana formasi tersebut memiliki kebutuhan akan produk dan kebiasaan membeli yang berbeda dalam banyak hal dengan keluarga dengan dua orang tua. Dibanyak negara, kelompok-kelompok etnis yang penting membutuhkan pertimbangan khusus baik oleh para manajer pemasaran maupun personalia.

2.3 Rencana-Rencana Ekonomi Nasional
            Sumber data ekonomi lain yang terbukti dapat bermanfaat bagi perusahaan, terutama untuk agen pemasarannya adalah rencana-rencana ekonomi nasional yang diterbitkan oleh banyak negara. Rencana ekonomi nasional adalah rencana-rencana yang dipersiapkan oleh pemerintah yang menyatakan tujuan-tujuan ekonomi dan cara untuk mencapainya. Biasanya untuk jangka waktu sampai lima tahun. Rencana indikatif adalah prediksi yang dibuat oleh pemerintah bekerja sama dengan industri mengenai arah perekonomian yang diharapkan.
            Dari pada mencantumkan target-target produksi, rencana indikatif lima tahuna berisi target-target dasar yang ditetapkan oleh pemerintah dan beberapa pernyataan kebijakan umum mengenai cara untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kemusian pemerintah berupaya dengan menggunakan alat-alat moneter dan fiscal yang biasanya untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi dunia usaha, sehingga target-target tersebut dapat dipenuhi. Favoritisme ini mungkin dinyatakan dalam banyak cara, beberapa diantaranya meliputi konsensi pajak khusus bagi investor dan alokasi devisa (apabila devisa dikendalikan) untuk membeli barang-barang modal dan bahan baku yang diimpor.
            Informasi mengenai rencana dan anggaran pembangunan nasional dilaporkan secara teratur dalam publiikasi seperti Bisnis Indonesia dan Business Amerika. Atase perdagangan dikedutaan-kedutaan AS dan kamar dagang AS diluar negeri adalah sumber-sumber informasi tambahan.

2.4 Dimensi-Dimensi Industri
            Setiap perusahaan menaruh perhatian terhadap berita-berita ekonomi umum kerena dampaknya terhadap pembelian konsumen, harga bahan baku, dan keputusan-keputusan investasi. Tetapi, faktor-faktor adalah lebih signifikansi daripada yang lainnya untuk suatu industri tertentu atau untuk suatu bidang fungsional tertentu disuatu perusahaan. Tren ukuran dan pertumbuhan industri otomotif adalah amat penting bagi produsen ban misalnya, tetapi tidak berarti buat produsen alat-alat rumah tangga. Demikian pula jumlah operator mesin yang lulus sekolah-sekolah teknik tidak berguna bagi para pejabat keuangan, meskipun data ini sangat penting bagi para manajer sumber daya manusia dari pabrik manufaktur. Para manajer tidak hanya menginginkan data mengenai industri perusahaan itu sendiri, tetapi juga mengenai industri-industri yang memasok kepada dan membeli dari perusahan tersebut.